Featured

Gatau..

Satu dari sekian banyak alasan yang mudah untuk diucap, dan dapat mematikan percakapan dalam sekejap. Ya, memangnya siapa sih yang ingin bercengkrama berlama-lama dengan orang yang serba tidak tahu?

Read More Gatau..

Maaf

Teramat banyak dari sebagian memilih untuk menunggu. Momen yang pas untuk memulai dengan menanti waktu. Sadar ataupun tidak, perlahan namun pasti, bisa saja usia tidak sampai pada hari itu.

Read More Maaf

Aku ditemukan

Berjalan lurus kedepan, melangkah dengan keraguan. Sepatu basah yang kukenakan tidak lagi nyaman. Matahari kembali setelah sembunyi dari rinai hujan. Aku masih tetap berjalan, berlari ketika lelah sudah hilang sebagian.

Read More Aku ditemukan

Kamu lagi

Rasanya sudah lama tidak pernah lagi berkunjung ke tempat ini. Airnya masih jernih mengalir tidak terlalu deras, modal esok hari untuk sekedar menghilangkan dahaga sambil melanjutkan perjalanan. Dikelilingi pepohonan yang lebat bertetangga, gelap tapi tidak jadi masalah bila dilihat tujuan kedatangan. Menyepi dari bisingnya perkotaan, lalu lalang beradu pendapat antara bajingan dan wanita jalang.

Read More Kamu lagi

Catatan #2

Ketentuan katanya. Tidak tau diarahkan pada siapa. Sebuah garis takdir atau keinginan semata. Berjuang sendiri seperti tiada usaha. Atau memang hanya aku yang menginginkannya? Setelah roboh pertahanan kokoh, kini hanya menyerah melihat semua. Lelah dan mari lanjutkan naskah kita menjadi aku dengannya.

Read More Catatan #2

Catatan #1

Salahkah bila kembali ku melangkah? Berita tentangmu tak lagi tersiar dalam genggam media. Bukankah harusnya kau bahagia? Menemukan sebuah jalan yang membuatmu tetap menuju cahaya. Tinggalah ku. Dan Kenapa harus memutar kembali, menuju tempatku menanti? Aku sudah beralih, mari bahagia dengan cinta yang berbeda.

Read More Catatan #1

Ramai di sepi

Ramai, gemuruh sisi kanan dan kiri membubuhkan rindu kebersamaan. Dengan bincang yang takkan sampai dari kumpulan yang memang sedari awal pertemuan mampu membuat perhatian, hingga yang diam dan melanjutkan makan. Namun tetap saja bersama bukan?

Read More Ramai di sepi