Allah dan Tuhan

Sebenarnya perihal ini tidak akan habis dibahas, namun kabutnya terlalu mengganggu.

Allah ≠ Tuhan, simbol perantara yang dibaca tidak sama dengan. Dibaca dan dimaknai tidak sama. Pemisah diantara keduanya. Dua hal yang berbeda. Dipisah karena satu dan lain hal. Begitupula dengan Tuhan ≠ Allah.

“Tuhanmu bukan Tuhanku, karena Agamamu bukan Agamaku.”
Yapp, itu sama sekali tidak salah. Sebuah perbedaan.

Dan saat penggunaan simbol berbeda saat dimaknai dan dibaca dengan bukan. Itupun merubah segalanya.

Allah bukan Tuhan, lalu Allah itu siapa? Sebuah objek yang disembah? Sebuah Objek yang Maha akan segala KuasaNya? Bukankan itu juga arti lain dari Tuhan? Yang Maha Mengatur, Maha Menciptakan, Maha Menghancukan, Maha Menghidupkan, Maha Mematikan.  Jadi, Allah itu siapa jika bukan Tuhan?

“LAA ILAAHA ILLALLAH”
Tidak ada Tuhan selain Allah, selain dan bukan jelas amat sangat berbeda bukan?

Tuhan bukan Allah, hanya karna biasa digunakan agama lain sehingga penggunaan kata Tuhan itu bukan berarti Allah pada agamamu? Tidak aku tidak membenarkan kalimat Tuhan itu satu dan kita yang tak sama. Namun memaknai satu hal yang disebut sama namun menuju kepada Objek yang berbeda.

“MAN RABBUKA?”
Siapa Tuhanmu? Harus jawab apa aku akan hal ini kelak memang sudah saatnya ditanyakan?

P.S. : Hanya seorang fakir ilmu mencoba berkomunikasi dengan tulisannya. Berbicara tentang Allah dan Tuhan. Pure Nyinyir. Terbuka untuk segala argumen yang datang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s