Lamunanmu

Lihat anak itu,
Terduduk, menunduk, nampak lelah tanpa peluh,
Terdiam pada satu, dihalau tetap puguh,

Keras terlihat kalahkan kayu,
Menggapai dimensi tak terjamah waktu. .

Lihat anak itu,
Pada setengah lipatan lutut, siku lengan tertaruh,
Termenung dalam abu, lemah namun kaku,
Hanyut dalam halu,
Sepertinya telah terjadi sesuatu. .

Lihat anak itu,
Kembali bersandar batu, terhembus panjang sebuah lenguh,
Tatap sendu, makin sayu,
Memejam, khawatir jatuh,
Risau teramat menggebu. .

Lihat anak itu,
Beranjak dari tempat yang satu, melangkah ragu,
Gontai jiwa raga merasuk dalam kalbu,
Terserah keadaan membawamu,
Tertawa akan keputusan yang tak menentu. .

Lihat anak itu,
Jatuh, tersandung ketentuan mundur maju,
Memar dagu, luka menembus saku,
Sanubari termangu, sakit yang tempatnya ia tidak tahu,
Air mata tak terbendung, terbata, “Ini bukan inginku”. .

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s