Hanya saat ada mau?

Hai, kawan lama. .
Entah sudah berapa semester kita tak lagi berjumpa, waktu demi waktu terus bergelinding maju. Semakin hari semakin jauh. Setiap peristiwa ku yakin pasti mendewasakanmu, tentu juga ku. .

Hai, kawan lama. .
Seperti apa saat ini rupamu? Sudah tumbuh janggutmu? Atau bahkan lainnya telah menjadi ibu? Saat ini dimana tempat bernaungmu? Kabarmu pun aku tak tahu. .

Hai, kawan lama. .
Rindu ku ingin bertemu. Setiap celotehmu, candamu, ceritamu, keluhmu, yang teramat giat membunyikan sirinenya ditelingaku. Mengandalkanku, akan pertolongan terhadap dirimu. Ya, aku rindu, dan senang menolongmu. .

Hai kawan lama. .
Lucu kulihat setiap tingkahmu, berjalan kesana kemari kakimu. Seperti tidak ada masalah yang pernah terjadi padamu. Terlebih saat jauh dariku. Aku bersyukur. Kau mendengarku, setiap hal rumit yang kusut dimasa ini akan terlewati dan semua akan berjalan baik-baik saja, bukan begitu?

Hai, kawan lama. .
Namun kemudian kau terjatuh, terpasang wajah iba mu. Kembali padaku. Setiap orang yang tau dirimu, menghujatku. Bahkan ada yang bilang dikepala tiada isi otakku. Selalu saja membantu, padahal dia datang padamu hanya saat ada mau. .

Hai, kawan lama. .
Ku ingin mengajukan pertanyaan padamu. .

Apakah pergi tak kunjung kembalinya dirimu karena penuhnya cercaan mereka dipikiranmu? .

Hai, kawan lama. .
Bila memang benar kataku, maka berbalik dan kembali dalam dekapku. Tiada peduliku meladeni ucapan orang  bilang kau baik saat ada maumu. Tiada peduliku meladeni ucapan orang bilang kau pandai bermain peran seperti butuh. Tiada peduliku meladeni ucapan orang bilang tiada ketulusan saat kau dekatku. Tiada peduliku meladeni ucapan orang bilang hanya kan ada sesal setelah aku membantumu. .

Hai, kawan lama. .
Mungkin saja mereka melupakan bahwa setiap manusia adalah makhluk sosial yang saling butuh. Dimana kedekatan terjadi karena adanya kesamaan kepentingan, pemikiran, dan rasa antara satu sama lain yang mungkin seperti kau dan aku. .

Hai, kawan lama. .
Aku membantumu karena aku ingin membantu. .
Aku membantumu karena aku senang membantu. .

Bilamana memang tidak ingin dihardik hingga cap itu melekat lagi padamu, mari buat perjanjian antara kau dan aku, dan Tuhan tau. Dimana memang saat kau benar-benar memanfaatkanku, Tuhan yang menghakimimu. .

Yang aku tau, kau datang padaku karna hanya mengandalkanku. Senang dapat dipercaya olehmu. .

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s