Ramai di sepi

Ramai, gemuruh sisi kanan dan kiri membubuhkan rindu kebersamaan. Dengan bincang yang takkan sampai dari kumpulan yang memang sedari awal pertemuan mampu membuat perhatian, hingga yang diam dan melanjutkan makan. Namun tetap saja bersama bukan?

Tidak harus selalu menyatu satu sama lain, melihat dan merasakan kedekatan sudah cukup menyenangkan. Menutup lubang yang mungkin tidak dapat disebut demikian. Karena telah jadi serpihan.

Kosong, tersisa debu yang siap hilang disapu salah ucapan. Dewasa yang dipertanyakan. Benar Salah yang diperdebatkan. Berlandaskan atas apa hidupku sekarang.

Menikmati terombang-ambing dalam lautan. Sampah yang tidak tersalurkan dari kerongkongan. Mengendap, diam, terasa mual tanpa bisa dikeluarkan.

Sesak, menghemat nafas dalam ruang kedap. Berbekal satu tabung oksigen isi sisa seperempat. Bergerak, untuk apa? Jalan keluar pun sudah tidak tampak. Perlahan gelap, pencabut nyawa tlah bersiap.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s