Janji

Terduduk, coba menggapai mengajak untuk ikut. — Boleh kita bicarakan ini berdua? Continue reading “Janji”

Advertisements

Puncak

Terbuka mata yang sedari petang kemarin terpejam perlahan. Kepala yang masih terasa sakit akibat mabuk kala mentari masih di ubun-ubun. Minuman yang entah apa alasannya dibeli saat perjalanan menuju ke tempat ini. Dingin yang menyergap buat gaya tarik akan tilam menguat disertai selimut hangat. Kembali meringkuk, guling terpeluk. Sebuah gerak di balik selimut balik memeluk. Continue reading “Puncak”