Mau temani?

Sebuah pintu merah dititik puncak, setelah menyusuri jalan setapak. Lorong sempit, sedikit gelap dibantu sebuah lampu pijar diujung, tergantung. Samar dilihat, namun nyata sentuhannya.

Read More Mau temani?

Miliki aku,

Hujan badai tidak memungkinkan untuk kembali. Bukan lagi rintik, payung tak dapat hindari. Terlalu larut, bahkan sudah hampir pagi. Berdiri dipinggir jalan gedung nan tinggi. Lihat sekeliling nampak senyap, sepi. Hanya aku, dan seorang gadis, ‘disini’. .

Read More Miliki aku,

Ternak lele, sana

Tatap itu penuh dengan semangat, sebuah pencapaian akan perjalanan yang telah ditempuh cukup panjang. Tangis hingga tawa bila kembali diingat. masa dimana semua masih dalam tahap berjuang.

Read More Ternak lele, sana

Hanya saat ada mau?

Hai, kawan lama. . Entah sudah berapa semester kita tak lagi berjumpa, waktu demi waktu terus bergelinding maju. Semakin hari semakin jauh. Setiap peristiwa ku yakin pasti mendewasakanmu, tentu juga ku. .

Read More Hanya saat ada mau?